26-Des-2007, 08:25:07 WIB – [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia – Sore menjelang, Angin dingin ditambah suhu udara yang tipis semakin menggerogoti udara diparu-paru, namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat para pecinta motor scooter untuk bergabung bersama di Hiltop Sari ater. Sebuah lokasi yang berada di balik perbukitan disekitar tempat wisata sari ater.
Untuk mencapai ke lokasi tersebut, para scooters harus melewati tempat wisata sariater kemudian melalui jalanan yang terjal dan berbatu, bukan itu saja, daerah yang menurut pemiliknya, H. Bambang Heryanto sering digunakan sebagai ajang Offroad kendaraan roda empat berada hampir sejauh 2 kilometer dari jalanan desa.Ratusan Pengendara scooter yang berasal dari puluhan Kota diluar kota Subang sengaja datang kelokasi tersebut untuk sekadar bertemu dan melaksanakan silaturahmi bersama para scooter lainnya, sementara agenda besarnya yang akan dilakuakn oleh para scooter adalah mencoba arena offroad mobil dengan mengendarai motor scooter.
Sebuah kegiatan yang terbilang langka, sebab selama ini motor scooter hanya digunakan pada kondisi jalan yang biasa saja, bukan digunakan pada kegiatan offroad. Namun sayangnya agenda tersebut tidak dapat terlaksana, sebab tanpa diduga lokasi kegiatan akan digunakan oleh kendaraan roda empat beberapa hari kedepan.”Namun itu tidak mengurangi semangat kawan-kawan yang hadir saat ini, sebab inti dari kegiatan ini adalah silaturahmi antar para anggota Scooters Owner Group (SOG) yang berasal dari beberapa kota di Indonesia,” ungkap Bambang Heryanto.
Menurut Ketua SOG Cabang Subang, Heru kegiatan di Hiltop Ciater merupakan agenda untuk mengisi acara malam tahun baruan, namun karena kegiatan kawan-kawan SOG yang lainnya memiliki jadwal yang berbenturan akhirnya agenda tersebut dimajukan.”Sebelumnya agenda akan dilaksanakan malam tahun baru, namun karena kawan SOG yang lainnya memiliki jadwal kegiatan yang padat akhirnya dimajukan,” ungkap Heru.
Matahari bak ditelan bumi, berganti malam, kabut putih mulai menyelimuti areal seluas 6 hektare di daerah yang rencananya tahun 2008 nanti menjadi Kecamatan Ciater. Udara dingin menusuk tulang sum-sum, namun semangat anak SOG sungguh luar biasa, ditengah dinginnya malam, mereka tetap asyik bercengkrama satu antar lainnya, padahal mereka berasal dari beberapa Kota yang berlainnya.Tampaknya bahasa mereka yang berbeda tidak menjadi penghalang, kadang dalam setiap dialog meluncur kata dari bahasa daerah masing-masing, ini pun tidak menjadi penghalang kedekatan mereka. Menurtu Bambang Heryanto, di SOG tidak ada yang namanya kepalsuan, sebab mereka satu bahasa yakni persaudaraan.
“Tidak ada kata yang disembunyikan, kami di sini sudah merupakan satu saudara, tidak ada kepalsuan antar kami, apa yang kami ucapkan semuanya merupakan ucapan dari saudara,” ujar Bambang.Saat waktu mendekati pukul 24.00 WIB, mulai terbentuk kelompok-kelompok kecil, Api unggun kecil mulai tampak dari beberapa kelompok kecil tersebut, suara canda tawa meluncur dari mulut para scooterist, tidak ada duka saat itu.
Dalam kerumunan tampak para pendiri SOG yang menurut kabar saat ini sudah memiliki cabang di Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam, diantara kerumunan kecil nampak ketua harian SOG Indonesia, Erwin Yulizar. Apa yang diungkapkan oleh Bambang sangat benar saat itu, tidak ada yang namanya perbedaan posisi antar mereka, satu sama lainnya dapat bercengkrama layaknya saudara sekandung.Suara musik dangdut mengalun, demikian pula suara sang artisnya, menghibur para scooterist yang saat itu berada di ketinggian 650 meter diatas permukaan laut. Angin dingin yang menjadi ciri khas daerah pegunungan, juga selimut putih dari kabut yang turun tidak mengurangi suasana suka cita para scooterist.
Mereka seakan melupakan bila esok hari antar mereka harus berpisah lagi untuk kembali ke kota masing-masing. Berdsarkan keterangan dari Ketua arian SOG Indonesia, Erwin, peserta yang datang saat itu berasal dari Jakarta, Depok, Sumedang, Bandung, Bekasi dan Subang sendiri sebagai tuan rumah. (Eko)
Oleh : Agus Eko Muchamad Solihin